Layaknya boneka kau hempaskan ku dari ketinggian
Aku sama sekali tak tahu apa salah ku
Kau menginjak semua impian dan harapan
Layaknya sampah yang tiada artinya sedikitpun
Kau tak pernah menjadi diriku
Impianku selalu kau anggap kosong
Aku akui aku bukanlah siapa-siapa
Aku ini kau anggap apa
Aku benar-benar terhempas
Kemarahan ku pada mu akan tetap seperti ini.
Sebuah lirih dalam awal kisah ku
Sebuah lirih yang tak dapat ku ketahui
Tangisan ku seakan tak memberi kepastian
Melapasmu dengan senyuman
Senyuman yang seakan menggambarkan kepedihan.
Tangis dan senyuman ini agar kau bahagia
Aku tak mau egois
Terbanglah sekarang layaknya burung
Dalam sebuah lirih aku melepasmu
Andai kau menjadi aku..
Mungkin kau akan berfikiran sama dengan ku..
Andai kau menjadi aku..
Mungkin kau akan mengakhiri ini semua..
Kita, kita terlalu berbeda..
Kau dan aku tahu bahwa keyakinan kita berbeda..
Karena inilah mereka tak akan menyetujui kita..
Apa lagi, apa lagi yang mesti ku katakan pada mereka..
Aku lelah, lelah dengan keadaan ini..
Keadaan yang menekan kita berdua..
Andai kau menjadi aku..
Kau akan merasakan apa yang kurasa..
Ketika hati terjatuh dan luluh lantak, seperti dunia yang di jatuhi bom atom.
Cinta selalu melemahkan hati ku mengapa terjadi sekarang?? Saat aku tegar
Dia ternyata pergi. Ku bingung pada hati yang terus berkata “Ayolah katakan sesuatu!!”
Ku akui aku adalah seorang pengecut yang sangat bodoh yang menyerah pada keadaan yang menghakimi diri ku sendiri…
Ya Tuhan biarkanlah ku menyongsong hari ku sendiri tanpa kehadiran cintanya
Di hati ku lagi dan jangan biarkan aku kalah oleh cinta sesaat ini…
